Jumat, 10 Desember 2021

He lifts us up through the storm

Started in 2008 when we assigned as attendees among other church workers and activists on Leadership class facilitated by City Prayer Network in Bogor.

Graduated from one year class in 2009 we decided to grow our capacity in serving God by following a TFT class, so we can teach next generations about Leadership skills.

Divine appointment with one of our mentor specialized in human behavior later on makes us realize that if we want to be used by God more extensively as His servant and fulfill God's destiny, we should get a formal degree in theology.

With previous background in Christian education that we had, we decided to accomplish our dreams by finishing our formal theology studies.

Our calling and duty as bible teacher in our church motivated us more enthusiasticly.

Its only by the grace of God that we finally completed our study in theology at our recent ages.  We dedicate this to God for His glory, our spiritual leaders, and our community.

Rabu, 06 Januari 2016

Right Response Right Attitude

TUKANG PERIUK AGUNG Bacaan: Yeremia 18:1-6 NATS: Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku (Yeremia 18:6) Salah satu definisi attitude [Ind: sikap] adalah "sudut pendekatan" yang diambil pesawat terbang ketika akan mendarat. Penulis Chris Spicer menulis, "Sikap terhadap kehidupan adalah seperti sudut pendekatan dalam penerbangan." "Sikap adalah cara yang dipilih dalam memikirkan sesuatu. Sikap membuat kita bereaksi dan melakukan tindakan tertentu," tambahnya. Menurutnya, sikap bukan pembawaan sejak lahir atau muncul kebetulan. Sikap adalah beragam reaksi yang dipelajari dan diserap, karena itu dapat diubah. Saat usia saya tiga puluhan, Tuhan mulai menunjukkan kesalahan saya dalam memikirkan diri sendiri, orang lain, dan kehidupan. Saya suka berpikiran negatif, mengasihani diri, dan penuh kepahitan. Dengan pertolongan sabda Allah, saya mengenali kebutuhan saya untuk berubah dalam tiga wilayah utama: sikap, tindakan, dan reaksi. Namun, saya tidak yakin dapat berubah. Suatu hari saya membaca Yeremia 18 tentang tukang periuk yang mengerjakan kembali bejana tanah liat yang rusak (saya merasa saya seperti itu) menjadi bejana lain yang disukainya. Yang tidak dapat saya lakukan, dapat dilakukan oleh Tukang Periuk saya yang agung! Saya hanya perlu menjadi tanah liat yang mau bekerja sama. Kini bejana ini memang masih belum sempurna. Namun sejak saya memercayakan diri ke tangan Sang Tukang Periuk, Dia terus menggarap saya dan membentuk sikap serta tindakan saya. Saya menyebutnya sikap-Kristus, tindakan-Kristus, dan reaksi-Kristus. Tukang Periuk Yang Agung dapat melakukan hal yang sama bagi Anda --Joanie Yoder PERUBAHAN DALAM HATI MEMBAWA PERUBAHAN TINGKAH LAKU

Kamis, 31 Desember 2015