Ketika itu Pdt. Sutadi Rusli (Gembala Sidang GBI Jemaat Induk Danau Bogor Raya), Pdp. Firman Schrijver (Gembala GBI Warung Jambu waktu itu) dan Bp. Mozes Sitohang (simpatisan GBI Bogor) mengadakan kunjungan ke kota Groningen dan bertemu dengan beberapa orang Indonesia yang menetap di kota tersebut.
Dimulai dengan kesempatan untuk melayani sebuah persekutuan doa orang - orang Indonesia (PD Nafiri) yang ada di kota Groningen. Selanjutnya Family Altar (FA) atau yang sekarang namanya COOL (Community of Love) mulai diadakan pada tanggal 19 April 2003 di rumah keluarga Bp. Fred dan Ibu Tini Berg dan pada bulan berikutnya yaitu tanggal 24 Mei 2003 Pra Ibadah mulai dilakukan setiap hari Sabtu dengan menempati sebuah ruangan ibadah bertempat di Andreaskerk dan selanjutnya pindah ke Immanuelkerk (Gereja Immanuel) yang terletak di bagian selatan kota Groningen.
Setelah beberapa kali mengadakan Pra Ibadah dengan jumlah kehadiran 25 - 30 orang, dan juga menjawab kerinduan orang - orang Indonesia yang tinggal di kota ini maka atas kasih anugerah Tuhan pada hari Minggu tanggal 9 November 2003 kami memulai Ibadah Raya Perdana disertai Perjamuan Kudus bertempat di Morgen Ster (Treftkoel), Groningen yang dipimpin oleh Gembala Sidang Pdt. Ir. Sutadi Rusli, didahului dengan peresmian berdirinya Stichting (Yayasan) GBI Groningen pada tanggal 7 November 2003 melalui penanda tanganan Akte Notaris.
Selain kegiatan ibadah raya setiap hari Minggu bertempat di Gospel Theek De Rank Paterwoldseweg 123, 9727 BE Groningen setiap jam 2 siang, kami juga mengadakan COOL Umum setiap hari Kamis, COOL Pemuda / Mahasiswa (dua minggu sekali), COOL Wanita (satu bulan sekali) dan Kubu Doa (setiap minggu) yang dilakukan setiap hari Selasa di rumah keluarga Benny Hooper.
Komitmen GBI Bogor sebagai gereja induk GBI Groningen tidak pernah berhenti dan terus berlanjut dan pada tanggal 27 Des’03 s/d 21 Feb’04 oleh kasih anugerahNya Tuhan buka jalan untuk mendatangkan imam musik (Sdr. Ferry Purnama dan istri) untuk membawa api pujian dan penyembahan dalam setiap ibadah sekaligus melatih beberapa orang yang rindu melayani sebagai imam musik.
Pelayanan penggembalaan dikota Groningen dilanjutkan dengan mengutus Pdt. Boy Djambek pada tanggal 21 Feb s/d 20 Apr’04 dan Pdt. Sugita Christanto pada bulan Apr s/d Jun’04.
Lalu dilanjutkan dengan mengutus Pdp. Cindy Lensoen (Dept. Misi) pada tanggal 16 Okt’04 s/d 15 Jan’05 untuk melayani di GBI Groningen selama 3 (tiga) bulan.
Setelah kurang lebih hampir 2 (dua) tahun dalam penantian untuk kembali ke negara Belanda karena pengurusan permohonan ijin tinggal (MVV), akhirnya melalui pergumulan doa yang terus menerus, Tuhan membuka jalanNya yang ajaib dengan didapatkannya multiple entry visa selama1 (satu) tahun untuk Pdm. Firman Schrijver melayani dan menggembalakan kembali GBI Groningen selama 2 (dua) bulan pada 29 Nov’05 s/d 30 Jan’06. Dilanjutkan dengan kunjungan berikutnya pada 8 Jul s/d 6 Sept’06, dan kunjungan ketiga dalam tahun yang sama pada 19 Okt s/d 4 Des’06.
Jumlah jemaat dan orang yang terbeban untuk melayani terus Tuhan tambahkan terdiri dari keluarga orang-2 Indonesia dan Belanda yang menetap disana dan juga mahasiswa-2 program sarjana maupun pasca sarjana dari Indonesia yang melanjutkan studi dan bekerja dikota tersebut.
Saat ini GBI Groningen digembalakan oleh Pdm. Ika Widyariani Hoogland bersama suami Paul Hoogland dibantu oleh tim penggembalaan ibu Tini Berg dan rekan-2 pelayan yang setia. Hanya kasih dan anugrah Allah bila GBI Groningen pada bulan November 2015 akan menapaki usia yang ke 12.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar